Jangan Lelah Mengabdi Demi Meraih Mimpi

0
165

Oleh: Agus Maja

[Purwodadi, 20 September 2020] Ani Suryani M.Pd, pelatih cabang olahraga bulutangkis, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung telah mengabdikan dirinya untuk melatih atlet difabel sejak tahun 2004, bertepatan dengan persiapan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) di kabupaten Karawang Jawa Barat.

Awal mula ia terjun melatih bulutangkis atlet difabel, karena sering berinteraksi dengan para difabel. Bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang Ani ikuti, saat itulah ia mendapat tawaran dari pengurus NPCI Kota Bandung untuk menjadi pelatih. Secara legalitas, Ani sudah memiliki sertifikat kepelatihan yang sah. Dalam perjalanan melatih tentu banyak tantangan di hadapinya.

“Mencari bakat dari jenis dan kategori difabel lain, serta keterbatasan kursi roda menjadi kendala serius,” ujar Ani.

Klasifikasi atlet yang dilatihnya antara lain difabel daksa, difabel hambatan bicara dan pendengaran serta difabel grahita. Torehan prestasinya dalam melatih, pernah membawa atlet difabel tuli menjadi juara umum. Dan pada Peparda 2018 di Kabupaten Bogor, atlet didikannya hampir menorehkan medali emas.

Ani juga menjabat sebagai kepala sekolah di SLB YPDP Bandung, tentu dengan tanggung jawab tersebut ia perlu managemen waktu yang baik agar setiap kegiatannya berjalan lancar. Membagi peran antara tugas di ranah pendidikan dan sebagai pelatih atlet bulutangkis.

“Latihan tidak terganggu dan berjalan dengan baik walaupun saya menjadi kepala sekolah, karena latihan dilakukan setelah selesai kegiatan belajar mengajar dari jam 14.00 hingga 16.00 WIB,” katanya.

Pesan Ani terhadap difabel, khususnya atlet cabang olahraga bulutangkis, Jangan lelah, tidak ada kata terlambat untuk meraih mimpi dan prestasi. Karena NPCI sendiri akan memberikan kemudahan fasilitas, semua itu untuk mewujudkan kesejahteraan bagi difabel dan meraih kehidupan yang layak.

Ia juga mengatakan, dukungan pemerintah pun sangat baik terhadap NPCI. Pemerintah juga memberikan dana oprasional untuk mendukung jalannya program kegiatan serta pembinaan atlet difabel atlet, termasuk untuk cabang olahraga bulutangkis.