Investasi Cerdas Difabel Netra Rambah Dunia Ternak

0
183

Oleh: Sri Hartanti

[Tasikmalaya, 29 Oktober 2020] Setiap orang memiliki peluang yang sama untuk mencapai sebuah kesuksesan dalam hidup. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meraihnya, menjadi pengusaha melalui jalur berwirausaha misalkan, seperti yang dilakukan oleh Abdul Rahman (36) difabel netra asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia memilih bisnis ayam pedaging setelah memutuskan untuk purna menjadi seorang atlet.

Abdul merambah dunia ternak setelah berpikiran untuk berhenti dari olahraga pada Mei 2019 lalu. Semua modal usaha yang dibutuhkan dalam memulai ternak ayam pedaging ini, murni dari hasil meraih mendali pada ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) tahun 2018 yang digelar di Bogor.

“Saya terpikir untuk berhenti dari olahraga, lalu mencoba memulai usaha ini. Di awal ada 5000 ekor bibit ayam pedaging, dengan luas kandangnya 6 kali 46 meter. Untuk durasi dari bibit hingga bisa dijual itu selama 33 hari dari check in sampai diangkat, dengan bobot berkisar di 2 kilogram perekor,” jelasnya.

Ia memberanikan diri untuk menginvestasikan nilai nominal yang didapatkannya saat itu. Meski belum mengikut badan usaha ke bentuk Perseroan Terbatas atau PT, dalam usaha ternak ayam pedagingnya Abdul memiliki dua karyawan khusus, ditambah dirinya untuk mengelola bisnis tersebut.

Sebagai difabel netra, Abdul justru tidak merasakan kesulitan atau hambatan besar dalam menjalankan usahanya. Ia cukup paham baik secara teori dan praktik layaknya mereka yang tanpa hambatan penglihatan.

“Kesulitas tidak terasa bagi difabel netra, segala cara bridging-nya (menjembatani) sudah enak. Peng-oven-an tinggal nyalakan kompor tidak pakai kayu bakar lagi sudah pakai gas. Mengisi air minum juga langsung pakai nikel. Sehari diberi makan dua kali, pagi dan sore, tambahnya.

Dalam cara pemasaran pun, Abdul mengaku tidak sulit. Sudah banyak yang nampung hasil ternaknya, dan mereka langsung ambil ke kandang. Keuntungan awal yang dapat ia kantongi di sekitar 5 hingga 6 periode pun, masih ada tersisa untuk ditabung setelah terpenuhi kebutuhan lain, seperti bayar karyawan, listrik, kebutuhan pakan ternak dan sebagainya.

Abdul berpesan, untuk para difabel jangan ragu-ragu saat mau mulai usaha di bidang apapun. Ia menyampaikan pengalaman usahanya, menurut Abdul yang penting harus yakin bisa dan tidak ada yang tidak bisa dilakukan bagi difabel kalau berniat sungguh-sungguh. Terlebih untuk yang non difabel, tanpa hambatan apapun asal mereka punya kemauan dan punya modal bisa membuka usaha.

“Modalnya hasil dari olahraga tanpa modal bantuan, dari lingkungan setempat pun tidak mempersulit saat mengajukan perizinan,” pungkasnya.

Abdul Rahman sudah berumah tangga, ayah dari satu anak berusia 6 tahun ini, tinggal di Kabupaten Tasikmalaya Kampung Cililitan, Desa Toblongan, Kecamatan Bojong Asih.