Ingin Mencetak Rekor, Difabel Akan Menyusuri Gletser Siachen

0
432

Penulis: Kidung Liberta

Newsdifabel.com — Sekelompok veteran angkatan bersenjata pasukan khusus India ingin menciptakan tiga rekor dunia di area darat, udara, dan bawah air dengan melibatkan difabel yang mereka latih untuk sky diving, scuba diving, dan pendakian gunung. Tim yang terdiri dari delapan difabel akan mendaki Siachen Glacier, medan perang tertinggi di dunia.

Gletser Siachen adalah gletser yang terletak di timur Pegunungan Karakoram, Himalaya. Dengan panjang 76 kilometer dan memiliki ketinggian 5.753 meter di atas permukaan laut menjadikannya gletser non-kutub terpanjang kedua dunia.

Sebuah tim yang terdiri dari delapan orang difabel akan mendaki Siachen Glacier, medan perang tertinggi di dunia,” kata Mayor Vivek Jacob, mantan perwira pasukan elit, yang memimpin tim veteran. Upaya tersebut akan dilakukan pada Mei tahun ini.

Mayor Jacob telah mendirikan organisasi veteran Pasukan Khusus yang disebut Conquer Land Air (CLAW) untuk membantu orang-orang difabel mencapai hal yang dianggap orang mustahil.

Angkatan Darat India sudah memberikan persetujuan untuk memecahkan rekor dunia di Siachen Glacier. Rekor dunia untuk area darat adalah tim difabel yang akan menelusuri dan mengukur Gletser Siachen, medan perang tertinggi di dunia dengan suhu terendah bisa mencapai minus 50 derajat celcius, menjadikannya salah satu medan paling berat di Bumi.

Setelah menelusuri Gletser Siachen, tim berencana membuat rekor lain di area laut terbuka di Maladewa, mereka akan mencoba menyelam di bulan Agustus. Pada bulan Desember, mereka akan melakukan latihan terjun bebas di Dubai.

Dilansir dari media Ommcomnews.com, Mayor Jacob berkata bahwa menjadi Pasukan Khusus adalah naluri dan bagaimana menentukan pola pikir. “Kau tidak menjadi istimewa hanya karena kau mengenakan seragam tertentu dan membawa senapan.” katanya.

Berbicara tentang bagaimana CLAW terbentuk, dia mengatakan bahwa sebelumnya, parasutnya pernah tidak berfungsi saat terjun payung ketika pertempuran pada tahun 2015. Lalu dia menderita cedera tulang belakang. Di rumah sakit, dia bertemu dengan perwira Angkatan Udara India, Letnan Bhaduria yang lumpuh secara permanen setelah kecelakaan dan menggunakan kursi roda selama empat tahun.

Petugas IAF bertanya kepada Mayor Jacob apakah dia bisa menyelam. “Saya berjanji kepadanya bahwa dia bisa dan akhirnya mengarah pada pembentukan CLAW,” kata Mayor Jacob.

Grup tersebut sekarang telah memulai pusat pelatihan scuba untuk difabel di Puducherry. “Itu telah memberikan harapan dan kekuatan penyembuhan yang luar biasa bagi banyak orang. Idenya adalah untuk menyebarkan semangat ini, “kata Mayor Jacob.

Dia mengatakan CLAW sedang dalam proses penyatuan kerja bersama secara formal dengan Pusat Rehabilitasi Paraplegic (PRC) Angkatan Darat di Pune dan Chandigarh untuk pelatihan yang dilembagakan.

Kami telah menerima tentara difabel dan veteran yang datang kepada kami untuk pelatihan. Tapi ini dalam kapasitas pribadi mereka. Kami sedang dalam proses melembagakan ini,” kata Mayor Jacob, menambahkan bahwa idenya adalah untuk melihat kemampuan kaum difabel.

Mayor Jacob secara sukarela pensiun dari Angkatan Darat, meninggalkan keluarga Pasukan Khususnya dan memulai perjalanan eksplorasi.

Ketika visi semakin dalam, anggota dari tim Pasukan Khusus yang dia pimpin dan yang lainnya, seperti MARCOS (Pasukan Khusus Angkatan Laut) yang dia temui di sepanjang perjalanan karir, mulai ikut bergabung dengannya.

Visi tersebut menyatukan dan membimbing mereka saat mereka menetapkan jalan untuk melayani umat manusia melalui perdamaian, berbagi kasih, berkampanye untuk menghentikan perpecahan dan kehancuran akibat perang.

Setiap anggota tim pernah menjadi prajurit di Pasukan Khusus Angkatan Darat/Angkatan Laut, dan sangat terlatih dengan berbagai spesialisasi dalam pendakian gunung, terjun payung, scuba diving, pertempuran tanpa senjata, teknologi bertahan hidup multi-medan, tanggap medis darurat, dll.,” katanya.