Indera Ke-6 Difabel Netra?

0
220

Penulis: Riki Adi Putra 

Newsdifabel.com — Indera merupakan sistem fisiologi dalam tubuh untuk mengenali, merasakan, dan merespon terhadap stimulus secara fisik. Indera terdiri dari lima macam, atau yang sering kita kenal dengan sebutan panca indera, yang terdiri dari pengelihatan (mata), pendengaran (telinga), penciuman (hidung), pengecapan (lidah), dan perabaan (kulit). Saat indera mengenali dan merasakan sesuatu, indera akan mengumpulkan informasi yang dapat ditangkap oleh otak untuk memberikan persepsi dan respon terhadap apa yang diketahui. Menurut Robbins (2003:160) yang mendefinisikan persepsi sebagai suatu proses yang ditempuh individu-individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna kepada lingkungan mereka.

Apa yang kita fikirkan ketika mendengar kata indera ke-6 Sebagian orang banyak menganggap bahwa indera ke-6 adalah suatu kelebihan yang tidak biasa dan jarang ada pada manusia umumnya,

Mungkin itulah yang terpikir dalam benak kita ketika mendengar kata indra ke-6. Seperti orang yang menganggap bahwa difabel netra itu mempunyai indera ke-6. Apakah kita menganggap itu sebagai kelebihan dan anugerah?

Sebagian orang banyak menganggap bahwa difabel netra mempunyai indera ke-6, karena masih banyak yang heran dan belum paham ketika difabel netra dapat melakukan aktivitas yang sama bahkan dapat melebihi orang-orang nondifabel seperti, mengetahui jalur jalan ketika hendak bepergian, berjalan tanpa bantuan orang lain, bermain gawai, komputer, dan lain-lain.

Seperti beberapa contoh yang saya temui, mereka beranggapan bahwa difabel netra itu tidak dapat melihat, mana mungkin dapat melakukan aktivitas tersebut, tetapi difabel netra dapat melakukan hal tersebut bahkan mempunyai kelebihan tersendiri yang tidak dimiliki orang lain.

Diambil dari teori Maslow dalam Hosni (2016:31-34) bahwa kebutuhan anak difabel netra itu meliputi, kebutuhan Psiologis, rasa aman, kasih sayang, penghargaan, akumulasi.

Untuk dapat memenuhi dan mencapai kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara adanya kemauan dari individu masing-masing, dorongan dari keluarga, lembaga yang dapat menaungi kebutuhan difabel netra, dan motivasi, karena dengan adanya motivasi dapat memicu diri mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai. Apabila kebutuhan dasar tersebut dipenuhi oleh difabel netra maka dapat menjadi langkah awal untuk menyesuaikan diri dengan aktivitas apapun.

Kita harus bisa memahami terlebih dahulu apakah yang menyebabkan itu semua bisa terjadi, karena difabel netra dapat memahami serta dapat mengenali apapun yang dapat dilakukannya dengan cara melakukan orientasi serta mobilitas untuk memahami apapun. Kedua hal tersebut saling melengkapi atau berkaitan satu sama lain karena itu adalah modal awal bagi difabel netra dalam melakukan kegiatan dan aktivitas apapun.

Di dalam ilmu psikologi, difabel netra dapat melakukan hal tersebut karena otak manusia memiliki sensasi, artinya, sebagai deteksi energi fisik yang dihasilkan atau dipantulkan oleh objek-objek fisik yang terjadi ketika energi dalam lingkungan eksternal atau dalam tubuh yang merangsang reseptor dalam organ-organ indera. Sensasi meliputi pengelihatan, bunyi, bau, rasa, dan sentuhan.

Oleh karena itu difabel netra dapat memaksimalkan beberapa indera yang masih dapat berfungsi, sehingga dapat melakukan bebeberapa hal sekaligus.

Selanjutnya akan dianalisis atau dipersepsi yang artinya pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan sehingga dapat diterapkan.

Untuk kesimpulannya bahwa difabel netra tidak memiliki indera ke-6 untuk melakukan aktivitas apapun, tetapi difabel netra dapat melakukannya dengan cara memaksimalkan ke-4 indera yang masih dapat berfungsi dengan adanya sensasi dan persepsi di dalam otak manusia sehingga dapat memberikan rangsangan dan menggerakkan stimulus pada otak.

Adanya kebiasaan dan orientasi mobilitas yang dilakukan difabel netra secara terus-menerus yang dapat melatih intuisi dan kemampuannya. Selain itu, adanya motivasi dan tekad kuat pada diri dapat mendorong untuk mencapai sesuatu.

(Referensi: Diambil dari berbagai sumber)