HUT DPD Pertuni Jawa Barat Ke-55 Diperingati Daring

0
736

Penulis: Zaenal 

Newsdifabel.com — 25 Januari 2021, Dewan Pengurus Daerah Pertuni Jawa Barat mengadakan webinar dalam rangka hari jadi Pertuni ke-55 melalui aplikasi Zoom.

Webinar yang menghadirkan lebih dari 100 peserta ini dimulai pukul 13.00 WIB dengan mengangkat tema “Edukasi di Masa Pandemi Covid-19, Peran, dan Kedudukan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Wyata Guna dalam Keterbukaan Informasi bagi Layanan Rehabilitasi Sosial dan Membuka Wawasan Informasi Melalui Sivotun Jabar bagi Disabilitas Sensorik Netra”.

Untuk memecah cangkang tema di atas, seminar daring ini turut menghadirkan narasumber potensial antara lain Atalia Praratya (istri gubernur Jawa Barat), Sudarsono (Kepala BRSPDSN Wyata Guna), dan Indah Dwianti (Kepala Seksi Komunikasi Publik Diskominfo).

Selain sertifikat elektronik sebagai salah satu bukti mengikuti webinar, pada acara ini panitia juga menyediakan hadiah menarik kepada peserta yang aktif bertanya dalam forum diskusi yang dibuka sepanjang acara berlangsung.

Atalia dalam kesempatannya mengatakan, “Kita dapat saling membantu dalam edukasi ataupun bantuan kepada masyarakat umum maupun difabel melalui program Jabar Bergerak yang telah tersebar di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.”

Sedangkan untuk membantu UKM baik difabel maupun nondifabel, Atalia yang aktif di PKK Jabar ini menawarkan sebuah lapak daring yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai konsumen utama sehingga dapat membantu proses jual beli barang maupun makanan melalui Borongdong.id.

Narasumber kedua, Sudarsono, menjelaskan bagaimana peran dan kedudukan serta program BRSPDSN Wyata Guna selama situasi pandemi. Di sini balai khusus difabel netra ini menawarkan kerjasama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) ataupun organisasi difabel untuk mempermudah program kerja yang ada. Balai yang terkenal banyak memproduksi tenaga terapis difabel netra ini juga menawarkan aplikasi jasa pijat daring bernama Mitra Lapak Spa. Aplikasi yang bebas diunduh baik di Play Store ataupun AppStore sejak tahun 2020 ini diharapkan mampu menjadi media perantara antara terapis difabel netra dan pelanggannya.

Sebagai Kepala Seksi Komunikasi Publik, Indah Dwianti juga mengatakan telah membuat sebuah aplikasi informasi daring bernama Sivotun Jabar. Indah terinspirasi dari sebuah keluarga difabel netra, dimana ibu, bapak, dan seorang anak difabel netra yang bingung dalam mencari informasi bagaimana caranya untuk mendaftarkan anaknya yang bukan difabel di sekolah umum.

Sesuai namanya yang berarti Sistem Informasi Voice Over Tunanetra Jawa Barat dibuat untuk memberikan informasi publik dimana sistem kerja aplikasi ini mampu merekam informasi dan pertanyaan seorang difabel netra, setelah data pertanyaan diolah dan mendapatkan jawaban, akan ada panggilan masuk via telepon oleh pusat layanan untuk menjawab dan memberikan informasi sesuai pertanyaan yang diajukan.

Dari layanan dan program yang dijelaskan narasumber serta bayangan hadiah yang menanti, mampu menyulut api penasaran peserta sehingga menggiring banyak pertanyaan yang membuat suasana webinar penuh informasi menarik.

Tentu saja dari layanan dan program pemerintah tersebut diharapkan DPD Pertuni Jabar dapat berkolaborasi dalam menjalankan amanah Undang-Undang No. 8 tahun 2016 tentang Hak-hak Penyandang Disabilitas khususnya disabilitas netra di Jawa Barat.