Humaniora Indonesia, Menjadikan Difabel Berprestasi

0
710
Atlet dari Humaniora Indonesia (Foto: Hanu Nurjati)

Oleh: Hanu Resinurjati Pitrosandhi

[Bandung, 26 September 2018] Bertempat di kolam renang Sarana Olahraga Institut Teknologi Bandung (Saraga ITB), beberapa orang anak berkebutuhan khusus (ABK) tampak sedang berlatih renang di bawah bimbingan pelatih mereka, Marsudi. Selain pelatih renang, Marsudi juga merupakan ketua Yayasan Humaniora Indonesia. Apa itu Humaniora Indonesia? Adalah yayasan yang membawahi sekolah keberbakatan di bidang olahraga dan seni dengan tujuan menggali potensi yang dimiliki anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Cabang olahraga atletik, renang, tenis meja, panahan, futsal, dan taekwondo adalah cabang olahraga yang dapat dipilih sesuai dengan minat anak-anak. Sejak berdiri pada akhir tahun 2015 hingga sekarang, terdapat lebih dari 60 anak berkebutuhan khusus yang telah bergabung menjadi siswa Humaniora Indonesia. Adapun anak berkebutuhan khusus yang ditangani Humaniora Indonesia adalah anak-anak dengan perbedaan kegunaan dalam pendengaran, pengelihatan, daksa, grahita, dan autis. Humaniora Indonesia bersifat sosial, sehingga pembiayaan tidak dibebankan kepada orang tua. Humaniora Indonesia bermitra dengan wadah olahraga prestasi untuk difabel seperti National Paralympic Committee Of Indonesia (NPCI), Special Olympic of Indonesia (Soina), Persatuan Olahraga Tunanetra Indonesia (Porti), Persatuan Olahraga Tunarungu Indonesia (Porturin). Siswa-siswi di Humaniora Indonesia merupakan mutiara-mutiara yang selama ini terabaikan, terkubur, tidak tersentuh.Di Humaniora inilah mereka nantinya akan diasah sesuai potensi yang dimilikinya, serta akan dijembatani untuk ikut serta dalam perlombaan-perlombaan yang dinilai dapat menyalurkan bakat mereka. Sebagian besar usia siswa-siswi Humaniora Indonesia adalah usia pelajar yang nantinya diharapkan dapat memperkuat wadah-wadah tersebut di atas, pada setiap penyelenggaraan pesta olahraga pelajar baik tingkat kota, provinsi, nasional, bahkan internasional. Terapi motorik, olahraga adaktif, olahraga prestasi, adalah tahapan latihan yang menjadi khas Humaniora Indonesia. Sehingga dapat dijadikan pembeda antara Humaniora Indonesia dengan wadah-wadah olahraga prestasi difabel lainnya.

Baca juga: NPCI Pusat Menyelenggarakan Pelatihan Wasit Catur

Humaniora Indonesia pun mengajarkan nilai-nilai karakter bangsa. Sebisa mungkin siswa-siswi Humaniora Indonesia diadaptasikan dengan berbagai situasi dan kondisi agar kelak bermanfaat bagi mereka dalam bersosialisasi. Selanjutnya, Humaniora Indonesia bercita-cita dapat menjadi solusi bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, dan ingin menggali potensi buah hatinya di bidang olahraga, juga seni. Saat ini, penghargaan pemerintah kepada atlet paralimpik sudah setara dengan yang diterima oleh atlet non-paralimpik, dan dijamin oleh UU No. 8 tahun 2018, yang juga berbicara kesetaraan hak disabilitas. Maka, jika terdapat wadah olahraga prestasi difabel atau pemerintah setempat yang tidak memperhatikan kesejahteraan atletnya, akan mendapat sangsi yang sangat keras berupa sangsi administrasi sampai pencabutan izin operasional. Humaniora Indonesia juga memiliki keinginan menjadi sekolah atlet anak berkebutuhan khusus, dimana akan berperan sebagai penggali potensi dan pengembang bakat anak berkebutuhan khusus dari yang belum berprestasi menjadi berprestasi. Bukan menerima anak yang telah lolos seleksi sebelumnya seperti sekolah atlet non-disabilitas yang telah ada. Humaniora Indonesia akan membuka tangan bagi siapa saja untuk bergabung. Bahkan jika ada anak berkebutuhan khusus yang masih memiliki kesulitan dalam hal sosialnya, akan direngkuh dengan senang hati, agar dapat diterapi, dibimbing, diajarkan, dan dilatih. Pada akhirnya, Humaniora Indonesia membutuhkan perhatian, kerjasama, dan dukungan dari berbagai pihak, agar terus eksis dan berjalan sesuai dengan harapan. Humaniora Indonesia akan selalu berjuang untuk anak-anak yang tadinya dipandang tidak-mungkin untuk berprestasi menjadi anak-anak yang dapat membanggakan orang tua, nusa, dan bangsa. Sudah banyak siswa-siswi Humaniora Indonesia yang berprestasi baik tingkat kota, provinsi, dan nasional. Humaniora Indonesia optimis bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Humaniora Indonesia ada karena mereka ada. Jika ada yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Humaniora Indonesia, dapat mengunjungi youtube channel Humaniora Indonesia.