Hobi Menjadi Bisnis, Erni Garnia Ditempa Pengalaman

0
443

Penulis: Zaenal 

Newsdifabel.com — Memasak pada awalnya adalah aktivitas yang dilakukan oleh perempuan, namun perkembangan masyarakat membuat masak-memasak tak lagi jadi domain perempuan, banyak laki-laki yang lihai memasak. Di beberapa artikel terbitan Newsdifabel menuliskan tentang perempuan difabel melakukan aktivitas memasak. Kali ini ada Erni Garnia.

Kalau sirkus akrobatik saja bisa melempar pisau tepat sasaran dengan mata tertutup, kenapa tidak untuk difabel netra. Hal ini dibuktikan dengan menangnya Christine Huyen Tran Hà. Untuk pertama kalinya seorang difabel netra memenangkan kompetisi memasak paling bergengsi, Master Chef Amerika tahun 2012.

Tapi maaf nih, guys, kali ini kita nggak ngomongin Christine Hà. Soalnya ada ibu cantik dari Kota Bandung yang juga pandai memasak, meskipun bukan pemenang Master Chef. Ibu anak satu penyandang low vision dari kecil ini bernama Erni Garnia (37).

Sejak menikah, perempuan yang biasa disapa Erni sudah terbiasa menyatukan pisau, panci, wajan, dan peralatan dapur lainnya dalam ikatan cinta rumah tangga, tanpa peduli bengisnya kucing liar yang mengintai dan siap menerjang ikan atau daging di arena dapurnya. Mungkin yang dia pikirkan hanyalah bagaimana bahan-bahan itu cepat dieksekusi dan menghasilkan cita rasa goyang lidah dan akhirnya nggak mau pulang karena keasikan.

“Aku mulai belajar memasak ketika dua tahun pertama pernikahan, waktu itu aku kecewa karena tempat memesan makanan untuk hari raya, ternyata tidak sesuai harapan, malahan makanannya basi dan cukup menguras uang. Semenjak itu aku mulai belajar masak makanan untuk hari raya, dan di tahun ketiga pernikahan, aku mulai masak makanan sendiri. Meskipun kerepotan tapi saat itu aku puas dengan masakan sendiri, alhasil setiap hari raya, aku nggak pernah pesan makanan lagi dari orang lain.”

Pendidikan memasak pertama kali Erni dapatkan dari ibunya. Seperti ibu pada umumnya yang menginginkan anaknya mandiri, belum lagi anaknya adalah difabel, tentu saja pasti sangat mafhum dan sabar dalam melatih keahlian Erni memasak. Selain dari ibunya, Erni mengaku belajar memasak dari YouTube, sharing sesama ibu-ibu, dan kadang bereksperimen sendiri.

“Aku biasanya memasak makanan diawali dengan memisahkan antara bumbu dan bahan utama, kemudian mulai mengupas bahan baku atau bumbu yang memiliki kulit. Setelah itu bumbu dan bahan yang akan dimasak dicuci bersih. Dilanjutkan dengan mengumpulkan peralatan yang akan digunakan untuk memasak. Setelah semua peralatan siap, aku akan mulai dengan meracik bumbu, memasak bumbu dan bahan hingga matang. Setelah matang kemudian disajikan.” tutur Erni.

Ia melanjutkan, “Aku sangat kesulitan jika harus memasak makanan dengan bahan dasar ikan, karena harus dibersihkan terlebih dahulu, dan ketika menggoreng aku kesulitan untuk membaliknya. Biasanya aku meminta tukang ikan untuk membersihkan sirip dan isi perut ikan sebelum dibawa pulang. Ketika sampai di rumah, tinggal membasuh saja dengan air mengalir. Saat menggoreng diperlukan minyak yang cukup banyak karena aku tidak bisa memastikan badan ikan sudah terendam minyak atau belum. Dengan saringan minyak anti panas bisa membantu menggoreng ikan dengan cara ikan ditaruh di atas saringan kemudian direndamkan ke minyak panas. Dengan cara ini cukup memudahkan saya sebagai difabel netra membalik badan ikan dan memastikan seluruh badan ikan sudah matang.”

Berikut adalah tips dari Erni agar percaya diri dalam memasak:

Pertama, mulai dengan membiasakan diri berdiskusi dengan orang awas tentang masakan. Dengan demikian kita bisa membandingkan cara mana yang bisa kita pakai dan tidak. Kedua, jangan pernah ragu dalam memasak sebuah makanan, kita harus yakin bahwa makanan yang kita buat enak. Ketiga, jangan pernah lelah mencoba suatu masakan sampai masakan tersebut terasa enak. Keempat, sering-seringlah berbagi dengan orang lain, dengan demikian kita bisa tahu sejauh mana rasa masakan kita. Kelima, jangan pernah minder jika dikritik orang lain, karena itu demi kebaikan dan kemajuan kita.

Berkat usaha dan kerja kerasnya, Erni akhirnya mampu memasak berbagai macam menu makanan di antaranya makanan berkuah seperti sup, aneka gorengan, oseng-oseng, makanan khas hari raya seperti opor, rendang, dan makanan penutup serta aneka camilan.

Kue Ulang tahun: salah satu produk Erni Garnia.

Hal unik yang Erni temukan ketika memasak makanan sendiri mampu mengurangi nafsu makannya dan membuatnya menjadi kenyang. Itu cukup membantu menurunkan berat badan Erni, ketimbang harus membeli makanan di luar biasanya membuat nafsu makannya bertambah

Mengembangkan Bisnis Kuliner

Setelah punya kepercayaandiri dalam memasak, Erni yang juga aktif di komunitas Blind Mom’s ini mencoba peruntungannya di bisnis kuliner. Bermula dari obrolan kecil bersama mertua, ia memulai debutnya sebagai entrepreneur. Dengan peralatan membuat kue yang cukup lengkap memunculkan ide kreatifnya.

“Apa salahnya bikin usaha, sambil mengisi waktu luang tapi bisa dapat penghasilan,” ujarnya.

“Terus anak aku mulai masuk sekolah, waktu itu aku lihat di sekolah sering banget ada acara ulang tahun, terus aku pikir untuk berjualan kue ulang tahun dan kue-kue basah sangat menjanjikan, karena sifat ibu-ibu yang suka bersaing dan doyan jajan. Untungnya aku punya teman yang suka membuat kue-kue basah, jadilah aku kerjasama. Seiring berjalannya waktu, konsumen semakin banyak dan ada bertanya tentang makanan matang. Karena melihat peluang tersebut maka aku mencari teman yang biasa jual makanan matang untuk kerja sama,” sambung Erni lagi.

Tak kenal maka tak sayang, tak coba maka tak tahu rasanya. Bisnis yang Erni geluti kurang lebih 4 tahun ini punya menu andalan yaitu ayam gorengnya. Produk makanannya dijual secara daring di akun facebook @Erni Garnia.

Pesan dan harapan Erni untuk teman-teman difabel netra, jangan pernah ragu dalam memasak, mulailah dengan mencoba dan jangan berpatok pada hasil, tapi dengan terbiasa kita akan terus belajar membuat masakan kita semakin enak.