Hari Down Syndrome Dunia: Leave No One Behind

0
241
Foto: https://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwju_q2N65ThAhUA63MBHdDWDToQjhx6BAgBEAM&url=https%3A%2F%2Ftwitter.com%2Fyozz90&psig=AOvVaw1Y6jk1E4b97VIWqKz00nHD&ust=1553312685050976

Oleh: Barr

[Bandung, 23 Maret 2019] Sudah sejak bulan Desember 2011, PBB menyatakan bahwa 21 Maret adalah Hari Down Syndrome Dunia, dan dalam perayaannya, akan mengundang semua negara anggota, organisasi internasional, dan termasuk masyarakat sipil untuk merayakan secara tepat, dan meningkatkan kesadaran terhadap down syndrome.

Down syndrome adalah sistem kromosom yang terjadi secara alami yang selalu menjadi bagian dari kondisi manusia, ada di semua wilayah di seluruh dunia dan umumnya menghasilkan efek variabel pada gaya belajar, karakteristik fisik atau kesehatan. Akses yang memadai ke perawatan kesehatan, program intervensi awal dan pendidikan inklusif, serta penelitian yang tepat, sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan individu.

Dewan Umum PBB dalam World Down Syndrome Day (WDSD) tahun ini mengambil slogan “Leave No One Behind”. Semua orang dengan down syndrome harus memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang layak, termasuk secara penuh dan setara dengan orang lain, dalam semua aspek masyarakat. Agenda PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan 2030, sebuah rencana aksi global untuk manusia, planet dan kemakmuran, menjanjikan bahwa “tidak ada seorang pun yang akan tertinggal”. Semua orang dengan down syndrome harus memiliki kesempatan untuk menjalani hidup yang memuaskan, termasuk kehidupan setara dengan orang lain, dalam semua aspek masyarakat.

Kenyataan hari ini adalah bahwa sikap negatif yang berlaku, harapan yang rendah, diskriminasi dan pengucilan, dan itu semua menyebabkan bahwa orang dengan down syndrome terus tertinggal.

Ada kurangnya pemahaman tentang tantangan yang dihadapi individu di sepanjang hidup mereka, dan kegagalan untuk mendukung mereka dengan peluang dan alat yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang memuaskan.

Orang dengan syndrome down dan yang bekerja dengan mereka harus diberdayakan untuk mengadvokasi peluang ini supaya mereka dapat mengedukasi pemangku kepentingan agar juga memperhatikan pendidikannya, kesehatannya, dan bagaimana memberikan peluang hidup dengan baik.

Kita bisa ambil bagian dalam kampanye dengan hash tag #LeaveNoOneBehind, #WorldDownSyndromeDay , dan #WDSD19. Kampanye ini akan diintegrasikan ke dalam semua kegiatan WDSD.

Kampanye WDSD19 juga dibuat dalam bentuk video yang juga diberi tagar #LeaveNoOneBehind. Video kampanye itu bisa dilihat di sini: World Down Syndrome Day Celebrate.