Guiding Block Alun-Alun Kajen Pekalongan

0
159

Oleh: Dera Sofiarani

[Pekalongan, 5 Juni 2019] Sudah selayaknya menjadi tugas bagi Negara dalam membangun berbagai infrastruktur seharusnya yang aksesibel bagi difabel. Banyak infrastruktur yang seharusnya didesain aksesibel untuk difabel di antaranya adalah masjid, taman kota, alun-alun, museum, dan trotoar.

Salah satu bangunan atau tempat yang sering dijadikan objek kunjungan banyak orang adalah alun-alun, selain biasanya alun-alun dijadikan sebagai ikon dari berbagai kota, alun-alun juga dapat dijadikan tempat wisata, salah satu yang akan saya bahas adalah alun-alun di daerah Kajen, Jawa Tengah.

Alun-alun Kajen boleh dibilang masih menjadi bangunan baru, namun yang menjadi perhatian saya kali ini adalah bangunan dari jalan yang ada di alun-alun tersebut, sedikit menggambarkan bahwa jalanan di alun-alun tersebut menggunakan batako dengan warna oranye muda, namun peletakan jalur kuning yang biasanya digunakan untuk difabel netra terletak pada bagian pinggir dan bukan pada bagian tengah jalanan tersebut.

Awalnya saya berpikir apa maksud dari peletakan jalur kuning yang berada di pinggir, namun setelah saya bertanya pada salah satu teman yang tergabung dalam komunitas Gerakan Peduli Anak Disabilitas mengatakan bahwa peletakan jalur kuning yang sedikit berada di pinggir adalah untuk menghindari saling bertabrakan antara orang dengan orang lain.

Jujur saya memang baru melihat seperti ini di alun-alun Kajen.