Goalball, Olahraga Apa?

0
400

Penulis: Siti Latipah

Newsdifabel.com — Teman-teman difabel netra sudah tidak asing jika mendengar kata goalball. Namun, kata tersebut bisa jadi tidak familiar di telinga masyarakat. Apa, sih, goalball?

Diambil dari cuplikan pilihan jejaring di mesin pencarian Google.com, diperoleh pengertian, goalball adalah olahraga tim yang dirancang khusus untuk orang yang memiliki hambatan penglihatan. Awalnya cabang olahraga ini dirancang pada tahun 1946 oleh Austria Hanz dsri Jerman. Goalball ada untuk sarana membantu rehabilitasi para pejuang (tentara) yang menjadi difabel netra korban Perang Dunia II.

Ada tiga orang pemain dalam satu tim. Lapangan tempat bermain goalball memiliki luas 18 kali 9 meter persegi, dilengkapi gawang sepanjang 9 meter di kedua sisinya. Area lapangan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu landing area (daerah depan gawang), netral area (tengah lapangan), dan tim area (daerah gawang) untuk menggelindingkan bola. Ketika menyerang tim lawan, tidak boleh melebihi batas pelemparan bola, yaitu 9 meter. Pemain harus memantulkan bolanya terlebih dulu sebelum jarak 9 meter. Saat diserang, tim lawan harus menahan bola dan tidak diperbolehkan maju hingga 3 meter. Bola goalball terbuat dari karet. Besarnya hampir sebesar bola basket. Bola berisi kerincingan.

Teman-teman difabel netra yang bermain goalball, sepenuhnya mengandalkan pendengaran sebagai satu-satunya andalan. Itulah mengapa, saat menonton pertandingan goalball berlangsung, penonton tidak diperbolehkan bising atau berisik.

Dilansir dari Indosport, beberapa peraturan bermain goalball adalah penonton dan wasit dilarang berisik; penonton dan wasit juga tak boleh mengeluarkan suara yang bisa mengganggu konsetrasi para pemain; wasit hanya bersuara—meneriakkan kata—“Play!” untuk memulai pertandingan dan bersiul saat pemain mendapatkan poin; permainan dimulai dengan pemain yang melempar bola dari tim area; saat pemain melempar, bola harus mengenai landing area, jika tidak mengenai atau melebihi landing area terjadi penalti (high ball), dan pemain yang sama tidak boleh melempar lebih dari empat kali berturut-turut; jika wasit sudah teriak “play” tapi pemain masih belum melempar dalam waktu 10 detik, itu juga akan menjadi pelanggaran.

Goalball mulai masuk cabang olahraga dalam gelaran Paralympic Games 1976. Hanya saja, baru tahap perkenalan. Belum ada medali yang diperebutkan saat itu. Setelah perkenelannya di tahun tersebut, goalball langsung masuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam setiap ajang pesta olahraga paralimpik yang ada. Di Indonesia sendiri, goalball dipertandingkan mulai dari ajang Pekan Olahraga Derah hingga digelar pelatihan nasional guna berpartisipasi di kancah internasional.

Dengan lahirnya cabang olahraga baru dan atau olahraga adaktif, diharapkan difabel dapat terus mengolahraga demi kebugaran dan lebih jauh dapat berkontribusi menyumbang medali untuk negeri.