Gabungan dari Bowling dan Billiard, Olahraga Bocce Khusus untuk Difabel

0
448

Penulis: Siti Latipah

Newsdifabel.com — Pada artikel sebelumnya, kita telah mengenal olahraga yang khusus dimainkan oleh teman-teman difabel netra. Goalball, namanya. Saat ini, kita akan mengenal olahraga Bocce. Apa itu? Di Indonesia, Bocce dikembangkan untuk teman-teman dengan hambatan intelektual. Lalu bagaimana cara bermain bocce ini?

Gabungan dari bowling dan biliard, Bocce merupakan olahraga rekreasi, dimainkan dua regu yang masing-masing terdiri dari tiga hingga empat orang pemain. Olahraga ini dapat dikombinasikan dengan permainan-permainan yang mengasikkan lain. Dalam permainan, bocce ada 3 jenis bola. Bola besar, sedang, dan kecil. Bola bocce diberi warna-warna yang menarik. Bola kecil diletakkan di sebuah area atau lapangan berumput sebagai sasaran. Bola kecil tersebut bernama palina. Di lapangan tersebut ada batas untuk pelempar bola. Dua tim atau regu yang saling berhadapan berlomba melemparkan bola yang berukuran besar agar mengenai atau mendekati sasaran. Sasaran pemain adalah bola palina. Jika pelempar dapat melemparkan bola besar mendekati atau mengenai sasaran, tim akan mendapat poin.

Saat melempar bola berukuran besar, posisi si pelempar harus agak sedikit menunduk hingga sekitar 45 derajat, dengan posisi kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang. Saat melempar bola, pelempar bergerak satu langkah ke depan. Posisi dan gerakan ini seperti melempar bola dalam permainan bowling. Pelempar tidak diperbolehkan melempar bola dengan posisi badan tegak. Jika itu dilakukan, dianggap sebuah kesalahan dan akan memberikan poin untuk regu lawan.

Dalam memainkan bocce ini, ada kombinasi antara permainan dan gerak-gerak tubuh yang bermanfaat untuk merangsang syaraf dan gerakan motorik tubuh. Permainan ini bisa melatih motorik tangan dan kaki, mengasah konsentrasi, latihan bersosialisasi, dan kerja sama tim. Posisi tubuh dan gerakan saat melempar bola juga berfungsi melatih kelenturan otot punggung, tangan, dan kaki. Setiap anggota kelompok mendapatkan kesempatan melempar bola. Agar bola mengenai atau mendekati sasaran, pelempar harus melakukannya dengan konsentrasi penuh.

Latihan konsentrasi ini sangat berguna bagi anak-anak difabel grahita. Untuk memenangkan permainan, setiap kelompok didorong untuk memiliki strategi. Mereka diminta berdiskusi, membicarakan langkah apa yang akan mereka lakukan untuk memenangkan pertandingan.