FSPHAM Mencetak Difabel Sadar Hukum dan HAM

0
664

Penulis: Indra Rukmana

Newsdifabel.com — Kurangnya pemahaman masyarakat tentang hukum dan hak azasi manusia berakibat pada tindakan diskriminasi dan pelanggaran hak. Indonesia adalah negara hukum (rechstaat) dan menjunjung tinggi HAM dalam segala aspek kehidupan. Maka untuk membentuk generasi muda yang lebih tangguh, maka dibentuklah organisasi pelajar duta hukum dan HAM.

Dilansir dari Fpshhamjabar.org, organisasi bernama Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia (FPSH HAM) merupakan organisasi satu-satunya yang menghimpun FPSHHAM dan Duta Hukum HAM atau organisasi sejenisnya di Provinsi Jawa Barat.

Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia merupakan kelanjutan dari Forum Pelajar Sadar Hukum yang diresmikan pada 12 Juni 2012 di SMAN 27 Bandung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Selanjutnya, Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia di Provinsi Jawa Barat dikukuhkan pada 25 Oktober 2018, diresmikan pada 19 Desember 2018 di Bandung berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 180/Kep.1341-Disdik/2018.

Mulai periode 2019 dan 2020 ini FPSHHAM Jawa Barat telah merekruit para pelajar difabel untuk menjadi bagian dari duta hukum dan HAM ini.

“Kami khususnya sebagai organisasi pelajar yang tugas utamanya adalah memajukan hak azasi manusia juga melaksanakan kegiatan preventif/promotif di kalangan pelajar, dalam hal pembinaan kesadaran hukum dan HAM. Lalu alasan kami merekruit dari kalangan pelajar difabel karena kami menyadari organisasi yang baik itu harus melibatkan difabel dalam proses pembuatan kebijakan. Walaupun ini hanya lingkupnya organisasi pelajar, tetapi kami menganggap teman-teman pelajar difabel ini memiliki hak kesetaraan yang sama,” ujar Nandi (21) selaku ketua umum FPSHHAM Jawa Barat saat dihubungi melalui pesan teks (28/1).

Tentu sebagai organisasi yang menaungi pelajar, memiliki tugas yang perlu diemban oleh seluruh pengurus dan anggota. Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan tugas pokok pembinaan kesadaran hukum dan hak asasi manusia bagi anggota dan pengurus guna menumbuhkan harapan sebagai generasi muda yang bertanggung jawab, mampu membina, dan mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik.

Nandi mengatakan, bahwa teman-teman difabel memiliki potensi yang banyak dan perlu diajak. Seperti di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Barat, ada kepengurusan yang melibatkan langsung para pelajar difabel ini menjadi bagian dari pengurus FPSHHAM di daerahnya masing-masing, bahkan ada yang menjadi duta hukum di tingkat sekolahnya.

Nandi menginginkan, melalui FPSHHAM dapat mengubah paradigma sebuah organisasi demi mewujudkan sebuah kesetaraan hak dan kesempatan bagi para teman-teman difabel demi kehidupan yang sejahtera, mandiri, dan tanpa diskriminasi.

“Kami juga ingin melakukan perekenalan pendekatan dengan adil kepada para difabel, karena ini bukan masalah individu, melainkan interaksi langsung dengan masyarakat dan memberi pemahaman bahwa para difabel ini memiliki banyak potensi.”

Meski 2019 menjadi tahun percontohan dalam melibatkan pelajar difabel ikut andil sebagai duta hukum dan HAM, tetapi antusiasmenya memiliki tren meningkat pada tahun 2020.

“Dari jumlah pelajar difabel yang bergabung dan resmi meregistrasikan sebagai anggota FPSHHAM Jawa Barat ada 108 pelajar. Terdiri dari difabel netra 23 Pelajar, difabel tuli 45, difabel wicara 29, dan difabel lainnya 11 pelajar.” pungkas Filsa Andriani Kurniawan (19) selaku Humas FPSHHAM Jawa Barat.

Nandi mengatakan, meski belum ada difabel yang dilibatkan dalam kepengurusan tingkat Jawa Barat, tetapi ada satuan tugas (satgas) yang memang melibatkan teman-teman difabel yaitu Tim Satgas Akselerasi. Tim ini yang mengakomodir para pelajar difabel pada tahun 2019.

“Di kepengurusan yang baru, insyaallah kami sedang menunggu pembaruan SK dari Bapak Gubernur untuk periode 2021–2023 untuk melibatkan teman-teman difabel di struktur kepengurusan FPSHHAM Jawa Barat. Untuk kriteria dan indikator apa saja yang menjadi penentu di dalam struktur kepengurusan tersebut, itu akan disampaikan oleh pembina dari FPSHHAM.

Visi dan Program FPSHHAM

Dalam laman FPSHHAM, disebutkan bahwa program Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia antara lain:

“Menyelenggarakan pembinaan, penelitian, pengembangan, pelatihan, evaluasi, kerjasama serta komunikasi mengenai kesadaran hukum bagi pelajar guna membentuk karakter yang bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik.”

“Melaksanakan penyuluhan pemula kepada satuan pendidikan satu tingkat dibawah Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa dan Madrasah Aliyah yaitu di tingkat Sekolah Menangah Pertama dan Sekolah Dasar atau sederajat.”

“Meningkatkan kesadaran hukum kepada seluruh pelajar, tanpa membedakan jenis kelamin, suku, ras, golongan dan agama

Dalam melaksankan tugas pokok diharapkan anggota melaksanakan dan memiliki: Kesadaran yang tinggi terhadap aturan, Menjadi tutor sebaya, Menjadi bagian dari keamanan sekolah, Menjadi fasilitator, Sebagai inisiator, Pelopor keselamatan lalu lintas; dan Pelindung Hak Asasi manusia.”

“Teman-teman difabel tentu memiliki komunitas kecil di lingkungannya yang perlu diberikan pemahaman kesadaran hukum. Indonesia sebagai negara hukum, masih banyak masyarakat yang belum mampu berinteraksi dengan para difabel. Maka kami ajak perwakilan dari teman-teman difabel untuk role model di kalangan pelajar. Hal ini agar lebih mudah berinteraksi di lingkungannya dengan bimbingan orang tua juga guru yang kompeten di bidangnya. Bahkan di beberapa kota/kabupaten, ada beberapa difabel yang menjabat bidang-bidang strategiss, seperti pendidikan, kerohanian dan sebagainnya.” ujar mahasiswa UIN Bandung ini.

Untuk perekruitannya sendiri, FPSHHAM berkonsultasi dengan Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Jawa Barat guna mendengarkan arahan serta saran.

“Ada 4 kriteria yang ditentukan oleh FPSHHAM untuk teman-teman difabel ini, yaitu berprestasi, aktif, interaktif, dan memiliki jiwa kreatif. Ada juga kriteria terakhir yang ditentukan oleh masing-masing sekolah. Karena sekolah yang mengetahui kondisi dari setiap siswanya yang akan dilibatkan dalam FPSHHAM nantinya. Setelah berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan, barulah kami open rekruitmen melalui Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat yang langsung mengirimkan surat pemberitahuan tersebut ke setiap sekolah masing-masing.” pungkas pria asal Ciamis ini.

Nandi berharap agar teman-teman duta hukum dan HAM dari kalangan difabel ini terus semangat, dan menyebarkan manfaat, dan teman-teman yang dipilih dari perwakilan siswa berprestasi ini agar tetap melakukan pengabdian-pengabdian sesuai kemampuan yang dimiliki, tetap meningkatkan daya nalar kritis, juga kemampuan fisik yang sehat. Karena dua faktor itu yang mendukung Indonesia menjadi negara maju di kemudian hari.