Film Virtual Reality untuk Difabel

0
60

[Bandung, 22 November 2019] Beberapa waktu lalu, bertempat di Hotel Ibis Asia Afrika, Newsdifabel.com berkesempatan menghadiri pemutaran film dokumenter karya film maker yang tergabung dalam Forum Film Dokumenter.

“Forum Film Dokumenter mempunyai program yang kami beri nama Feeling of Reality yang kami kerjakan pada rentang tahun 2018 sampai 2020,” ujar Alwan Brilian, salah seorang dari Forum Film Dokumenter saat berbicara di depan hadirin.

“Kami bekerja sama dengan Voice Global dan memiliki tujuan ingin merentas relitas melalui film dokumenter VR atau virtual reality yang memungkinkan pamirsa untuk merasakan pengalaman berbeda. Premisnya adalah bahwa, film adalah sebuah alat yang kuat untuk memberikan pengalaman. Jadi, nanti kita akan sama-sama menonton film tanpa layar yang seperti biasanya, tapi akan nonton dengan menggunakan suatu alat yang bernama VR atau virtual reality. Sebenarnya, virtual reality adalah sebuah teknologi yang membuat pengguna atau pemirsa atau audiens dapat langsung berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya, yang disimulasikan oleh komputer. Sehingga pemirsa merasa berada di lingkungan tersebut. Dalam bahasa Indonesia, virtual reality dikenal dengan istilah realitas maya.” Alwan melanjutkan penjelasannya.

Pada kesempatan lain, Riri, yang juga dari Forum Film Dokumenter menjelaskan cara kerja virtual reality, fungsi dan kelebihannya menonton dengan VR serta apa yang akan dirasakan ketika menonton film menggunakan VR.

“Kita nanti akan seolah-olah sedang berada di lingkungan yang ada di dalam film karena dengan VR ini, kita dapat melihat hingga 360 derajat. Kita dapat melihat apa yang ada di sebelah kiri dengan hanya menengok ke kiri dan sebaliknya. Bahkan kita dapat melihat debu-debu yang ada di lingkungan tersebut. Intinya, kita akan dibawa ke suasana yang seolah nyata.” tutur Riri.

Tiba saat pemutaran film, yang mana film yang akan dibuat adalah film dokumenter karya dua orang film maker yang menghasilkan 8 film dokumenter bertemakan kehidupan difabel. Ada empat daerah yang dipilih sebagai setting film dokumenter tersebut, Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, dan Sumbawa, dengan dua film per daerah. Jadi, total ada 8 film yang diproduksi.

Saat pemutaran berlangsung, Newsdifabel.com berkesempatan mencoba kecanggihan dari teknologi yang bernama Virtual Reality itu. Hadirin yang lain turut merasakan dan memberikan pernyataan takjub, berpendapat positif dengan adanya film dokumenter tentang difabel itu. Hadirin yang lain adalah teman-teman difabel daksa, rungu-wicara, dan teman-teman non difabel.