Difabel Senam Poco-Poco

0
304

Oleh: Siti Latipah

[Bandung, 12 Maret 2019] Ada yang tidak biasa di pelataran SLBN A Kota Bandung, kompleks Wyata Guna Jl. Pajajaran No. 52 Bandung, Minggu 3 Maret kemarin. Sekitar sekolah yang biasanya sepi karena libur, kemarin mendadak ramai. Puluhan pria penyandang disabilitas berkumpul dan melakukan registrasi. Mereka ternyata akan mengikuti kegiatan cukur rambut gratis yang diadakan oleh Komunitas Baikers Bandung.

Aktivitas dimulai dengan senam ceria. Beberapa orang peserta cukur rambut gratis bergabung dengan anggota Komunitas Baikers berpoco-poco ria. “Senang bisa senam bareng,” ucap Fena, salah satu teman difabel netra yang ikut bersenam. “Aku, sih, udah bisa gerakannya, jadi gak repot.” imbuh gadis berjilbab itu.

Berbeda dengan Fena, Ria, difabel netra, yang juga ikut senam berkomentar bahwa, dirinya kesulitan dengan gerakan poco-poco. Gerakan yang begitu familiar itu asing baginya.

Pernah beberapa kali ikut poco-poco, tapi tetep aja ribet. Harusnya, sih, satu orang difabel netra, didampingi satu orang non difabel untuk membimbing gimana gerakannya.” ujarnya.

Fena dan Ria datang hanya untuk ikut bersenam. Mereka tidak ikut cukur rambut. Cukur hanya untuk pria saja. Usai bersenam, acara cukur-mencukur dimulai.

Bahagia bisa hadir di sini, cukur rambut itu bungkusnya, isinya ya, kita ingin bersilahturahim dengan teman-teman disabilitas.” tutur Eko, ketua Komunitas Baikers Bandung.

Pria ramah itu menjelaskan bahwa, dia dan anggota Baikers Bandung lainnya berkeinginan cukur rambut gratis ini tidak hanya dilaksanakan saat itu saja, karena melihat antusias teman-teman difabel yang ingin cukur rambut.

Muslim Heboh, difabel netra, salah seorang peserta mengatakan bahwa, dirinya datang jauh dari daerah sekitar Pahlawan Bandung hanya untuk cukur gratis.

Hasilnya bagus. Saya senang. Hanya saja tukang cukurnya kurang. Hanya ada dua orang. Harusnya ditambah, jadi gak lama ngantri.” ucap karyawan di salah satu klinik pijat itu.

Saat dikonfirmasi kepada Eko perihal tukang cukur yang hanya datang dua orang saja, ketua Baikers Bandung itu menjelaskan bahwa, tadinya akan datang enam orang pemangkas rambut, hanya saja, mereka gagal hadir karena satu dan lain hal.

Selain senam dan cukur rambut, mereka juga larut dalam gim yang diadakan. Antrian yang panjang sedikit terlupakan.

Komunitas yang memiliki jargon ubah niat baik menjadi aksi baik itu berharap kehadiran mereka di sekitar SLBN A Kota Bandung dapat diikuti oleh komunitas-komunitas lain, sehingga interaksi dengan difabel dapat terjalin. Karena bagi mereka, setiap manusia itu sama, difabel atau tidak.

Semoga, wajah baru teman-teman difabel menjadi simbol pemikiran baru, bahwa benar adanya, difabel adalah manusia yang tidak berbeda dengan manusia lainnya.