Difabel Netra Penakluk Samudera Pasifik

0
182
Sea and ships cartoon background for the card - vector graphic illustration

Oleh: Agus Sampurna

[Bandung, 13 Mei 2019] Setiap manusia memiliki kesempatan untuk menulis dan mengisahkan sejarahnya masing-masing. Persoalannya memang selalu bukan di akhir tapi, kata orang bijak, dengan memulai kita sudah menyelesaikan separuh pekerjaan. Setiap orang, tak memandang agama, ras, suku, pekerjaan, level ekonomi, punya kesempatan untuk mengambil peluang, termasuk difabel. Memang menarik jika kita membahas difabel. Dan siapa saja orangnya tentu antusias untuk mengikuti kisah mereka.

Termasuk kisah perjalanan hidupnya di tengah-tengah lautan diskriminasi, keberagaman karakteristik pengalaman pribadi atau kelebihan yang tidak dimiliki semua orang. Pengalaman-pengalaman keberhasilan seseorang selalu membawa dampak positif bagi orang lain, di situlah pentingnya penularan semangat. Ada yang merasa kagum, terinspirasi, sedih, bahkan merasa prihatin. Kali ini saya akan bahas seorang difabel netra pemberani dari negeri matahari terbit.

Meski dengan kondisi matanya yang tak bisa melihat, namun seorang pelaut asal Jepang ini berhasil mengarungi Samudera Pasifik dalam waktu dua bulan. Pelaut bernama Mitsuhiro Iwamoto, 52 tahun, yang berada di San Diego, memulai pelayarannya pada 24 Februari dari kota tersebut. Ia membawa yacht berukuran 12 meter bernama Dream Weaver. Selain itu, ia harus menempuh jarak perairana kurang lebih 14.000 kilometer, dan berakhir di pelabuhan Iwaki, Fukushima.

Iwamoto memang tidak melakukannya sendiri. Ia ditemani dengan seorang kawannya yang bukan difabel netra sebagai petunjuk verbal bernama Douglas Smith, dari Amerika Serikat. Jika tidak ditemani Douglas maka ini akan membahayakan Iwamoto.

Mungkin bisa dibayangkan bagaimana jika Iwamoto sendirian. Karena iwamoto pun sempat gagal berlayar pada tahun 2013 ketika kapalnya menabrak ikan paus dan membuat ia dan kapalnya karam di laut. Beruntung tentara laut Jepang sigap datang mengevakuasi setelah mendapat laporan lewat radio dari kapal.

Prestasi ini membuat Iwamoto didaulat sebagai satu-satunya difabel netra yang mampu menaklukkan Samudera Pasifik.
Dalam pelayarannya, ia tidak berambisi dengan misi pribadi saja, melainkan misi sosial. Kegigihan dan jiwa pantang menyerahnya patut kita ikuti. “Saya tidak menyerah dan saya mewujudkan sebuah mimpi. Saya delapan orang paling bahagia di dunia,” ujar Iwamoto dikutip Kyodo News.

Selain dari pencapaian pribadinya, dia juga melakukan perjalanan ini untuk menggalang dana sebagai donasi yang akan disumbangkan untuk mencegah kebutaan pada anak-anak. “Kami menjalani pelayaran ini tidak hanya untuk pencapaian pribadi, tapi juga untuk mengirim pesan bahwa apa pun bisa dicapai saat orang-orang bersatu,” tulis Iwamoto dalam situsnya.

Disadur dari www.viva.co.id