Dengan Segudang Prestasi, Yusep Gigih Melatih Tenis Meja

0
561

Penulis: Zaenal

Newsdifabel.com — Di balik seorang yang sukses selalu ada sosok pendamping yang memberi ilmu, motivasi serta semangat sehingga mampu menggantungkan medali juara yang tak tergantikan. Berawal dari hobi dan kecintaannya terhadap tenis meja serta kepedulian terhadap difabel membawa Yusep (50) mengarungi hidup sebagai pelatih tenis meja untuk difabel.

“Karena hobi berat di tenis meja dan ketika melihat kemampuan teman-teman difabel prestasinya belum maksimal, jadi saya tertarik dan tertantang untuk berbagi ilmu menuju prestasi lebih baik lagi.” tutur Yusep.

Sejak 2014, menjelang ajang pekan paralimpik daerah Bekasi, banyak hal yang harus saya perbaiki terutama komunikasi dan kesabaran saat mulai melatih dan menyampaikan teknik kepada para atlet difabel. Sampai permainan dipandang mampu dikuasai dengan baik bagi setiap atlet.

Menyematkan gelar juara cabang olahraga tenis meja di beberapa ajang kompetisi bahkan membawa kontingen Kota Bandung sebagai juara umum berhasil dicapai Yusep yang juga sebagai kepala pelatih di NPCI Kota Bandung, di antaranya ajang Peparda Jabar, Kabupaten Bekasi tahun 2014, serta Peparda dan Pepapelda Jabar di Kabupaten Bogor tahun 2018.

Dalam melatih dan menggodok atletnya, tim pelatih tenis meja ini bisa dibilang membutuhkan materi khusus karena menguji kesabaran diri sendiri untuk terus menerus mengulang teknik yang sama sampai atlet benar-benar harus menguasai teknik yang diberikan. “Relatif juga, sih, pas standarisasi belum bisa saya perkirakan. Intinya ketika kemampuan, keinginan, dan saling memahami satu sama lain antara atlet dan pelatih, maka percepatan untuk menguasai sebuah teknik dalam permainan tenis meja akan semakin baik. Saya dan tim pelatih tentu saja selalu bersinergi, saling berbagi tugas, dan saling menutupi kekurangan, serta mendukung untuk mencapai target yang disepakati dari awal.” jelas Yusep.

Dalam mengemban tugas, Yusep merasa dukungan yang didapat dari pemerintah sudah cukup baik, walaupun sebenarnya untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi, diharapkan dukungan yang jauh lebih baik lagi.

Yusep mengaku pernah mengikuti pelatihan sebagai pelatih tenis meja dan mendapatkan sertifikat yang bersifat umum, sedangkan untuk sertifikat sebagai pelatih khusus difabel di cabor tenis meja belum pernah didapatkan. Yusep berharap kelak ada lembaga olahraga yang memfasilitasi dalam meningkatkan kapasitas pelatih tenis meja khusus difabel. Hal ini sangat berarti demi kemanfaatan ilmu yang sudah dimiliki demi prestasi tertinggi untuk pengembangan atlet difabel.

“Sekarang dan ke depannya, semoga dapat memfasilitasi pembinaan cabor tenis meja yang membawa peningkatan kualitas SDM dengan mengadakan pelatihan untuk pelatih, penataran wasit berjenjang, dan lain-lain. Sehingga akan selalu ada pelatih dan wasit yang berbeda untuk atlet yang satu dan lainnya.” Yusep memungkasi.