Data FBI: Kejahatan Kebencian terhadap Difabel Meningkat

0
343
Foto: www.wpsdlocal6.com

Oleh: Barra Annasir

[Bandung, 21 November 2018] FBI (Federal Bureau of Investigation) atau Biro Investigasi Federal yang memiliki otoritas terluas antara semua badan penegak hukum di Amerika Serikat (AS) mendapati data spesifik mengejutkan tentang tindak kejahatan berbasis kebencian terhadap difabel di AS. Badan penegak hukum ini memiliki yurisdiksi investigasi terhadap pelanggaran lebih dari 200 kategori kejahatan federal. Pihaknya mengatakan ada gelombang besar melonjaknya insiden yang menargetkan difabel sebagai sasarannya.

Tahun 2017 ini ada 128 kasus, dan itu adalah angka tertinggi dalam rentang 76 tahun ini. Angka yang dirilis ini berasal dari Uniform Crime Reporting Program (Program Pelaporan Kejahatan Terpadu), sebuah pusat studi di bawah naungan FBI, yang data-data penghitungannya dikumpulkan dari lembaga-lembaga di seluruh negara-bagian yang menangani tindak pidana berbasis ras, etnis, agama, orientasi seksual, jender, dan juga difabel.

 

Infografis Statistik Kejahatan, 2017 (Sumber: Data FBI)

 

Secara keseluruhan, pejabat federal mengatakan ada 7.175 insiden kejahatan berbasis kebencian identitas pada tahun 2017, angka itu naik sekitar 17 persen dari 6.121 pada tahun sebelumnya. Laporan itu menunjukkan bahwa 1,6 persen dari semua insiden pada 2017 adalah kejahatan berbasis kebencian pada difabel. Lebih spesifik mengatakan, 93 kejahatan kepada disabilitas mental, 35 kejahatan dilakukan kepada tunadaksa.

FBI mencatat bahwa peningkatan kejahatan kebencian kepada identitas tertentu dan difabel seiring dengan bertambahnya lembaga-lembaga studi tentang hukum; yang memberikan kontribusi data (laporan). Ada lebih dari 16.000 lembaga yang mengirimkan data untuk tahun 2017.

Menurut laporan dari Program Pelaporan Kejahatan Terpadu, kategori bias yang paling umum dalam kejahatan di seluruh AS adalah kejahatan berbasis ras/etnis (59,6 persen), agama (20,6 persen), dan orientasi seksual (15,8 persen).

Untuk mengatasi dan menekan kenaikan tindak kejahatan berbasis kebencian terhadap identitas tertentu, FBI bekerja dengan mitra penegak hukum di seluruh Amerika untuk mendorong pelaporan. Tahun depan, personel FBI akan memberikan pelatihan bagi petugas penegak hukum tentang cara mengidentifikasi insiden yang bermotif kebencian identitas dan melaporkan data tersebut ke UCRP (Program Pelaporan Kejahatan Terpadu) FBI. Selain itu, Departemen Kehakiman meluncurkan website baru, yang memiliki informasi untuk penegakan hukum dalam melaporkan kejadian.

Salah satu tujuan pelaporan terpadu tersebut agar memungkinkan publik, peneliti, komunitas, dan pemerintah lokal untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kejahatan ini, dan mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang kejahatan berbasis kebencian terhadap identitas tertentu, termasuk difabel.