Capcay Kuah Rasa Jeruk

0
648

Penulis: Siti Latipah

Newsdifabel.com“Icip-icip capcay kuah hasil eksekusi tadi sore menjelang buka puasa siapa tahu rasanya kurang pas. Hm! Dan aku bingung sendiri. Rasanya kok manis-manis seger? Ada aroma jeruk. Pekat banget! Perasaan gak pake gula. Apalagi jeruk peres. Cuma pake saus tiram sama penyedap rasa aja? Hm? Mikir lama di depan kompor yang di atasnya nangkring wajan cantik berisi capcay kuah ala gue. 

Tapi kok, gusti! Sekali lagi sendok sayur menggendong kuah capcay nan harum menggoda. Nyam, nyam, nyam! Lidah kembali bergoyang mengecap sari manis dan aroma jeruk yang sama. 

Satu kali, dua kali, tiga kali, hingga berkali-kali lagi diicip-icip manja! Sang rasa manis dan aroma jeruk masih saja sama. Mematung aku di hadapan wajan. Tangan kanan erat menggenggam sendok sayur. Isi kepala bekerja memutar memori sejak tadi pagi. 

Oalah! Pita pengingat dalam otakku berhenti pada ingatan bahwa, bubuk minuman rasa jeruk dan penyedap rasa ditaruh berdeketan. Huaah! Hiks, hiks, hiks! Ternyata, capcay kuah varian bubuk minuman rasa jeruk. Ada yang mau? Menurut perabaan saya, bubuk minuman rasa jeruk dan penyedap rasa itu tekstur bungkus dan bentuknya sama.”

Rentetan kisah itu ditulis Siti di laman Facebook-nya.

Saat ditemui di kediamannya di kawasan Bandung Utara, ibu muda itu bercerita bahwa, dirinya sudah dua kali salah membumbui sayur yang dimasaknya.

“Sebenarnya sih itu karena ceroboh saa. Biasanya, habis belanja itu, aku langsung beresin. Aku pisahin antara bubuk minuman rasa jeruk sama penyedap rasa. Tapi, tadi tuh gak sempat pisahin. Jadi aja salah ambil. Terus, biasanya aku cium dulu. Ini kepedean, buru-buru lagi. jadi weh salah masukin bumbu.” tuturnya.

Siti adalah seorang ibu rumah tangga difabel netra. Dirinya sudah 10 tahun membangun rumah tangga dengan suaminya yang juga sama (difabel netra). Siti sebisa mungkin tampil menjadi sosok perempuan yang sempurna bagi suami dan satu putrinya. Pengalaman yang menjadi gurunya, sehingga dia mahir memasak apapun. Mulai dari tahu goreng sampai berbagai jenis olahan ayam. Ayam bakar, ayam krispi, ayam goreng, ayam kecap, dan lain-lain. Mulai dari sayur asem sampai gulai, Siti bisa memasaknya. Namun, ketidakhati-hatiannya kadang membuat kejadian seperti yang dituliskan di beranda sosial medianya itu terjadi.

“Sebenarnya sih enggak sering. Itu mah pas lagi gak konsen aja akunya. Jadi, kunci seorang difabel netra ketika masak itu ya konsentrasi penuh. Terus, untuk tempat bumbu masakan, kalau aku, sih, dibedain. Misal, wadah garam itu toples bulat. Wadah gula, toplesnya kotak. Kalau untuk bawang merah sama bawang putih, itu aku udah bisa bedain dari tekstur, bentuk, sama baunya. Rempah-rempah lain juga gitu. Misal: kunyit, laos, jahe, kencur dan lain-lain. Kalau untuk yang berbungkus seperti bubuk minuman rasa jeruk sama penyedap rasa itu sih biasanya aku simpen di rak terpisah. Bubuk minuman rasa jeruk di rak atas, penyedap rasa di rak bawah. Cuma kejadian salah masukin itu ya karena belum beres-beres. Jadi aja peristiwa capcay kuah rasa jeruk terjadi.” Siti bercerita lagi.

Ibu yang aktif bersosmed itu juga berpesan bahwa, jika tinggal bersama dengan seorang difabel netra, kalau ingin memindahkan barang yang sudah biasa disimpan di tempat tertentu, sebaiknya dikomunikasikan terlebih dahulu dengan difabel netra tersebut. Hal ini agar difabel netra tidak bingung dengan perubahan yang ada.

Misal, seperti biasanya Siti menyimpan penyedap rasa di rak bawah, tiba-tiba ada yang memindahkannya ke rak atas. Jika Siti tidak mengecek baunya, atau langsung pakai karena yang biasa disimpan di rak atas itu bubuk minuman rasa jeruk, maka kemungkinan besar dirinya akan langsung menyeduh penyedap rasa itu. Atau, biasanya tidak ada kursi di samping pintu. Tiba-tiba kursi ruang tamu dipindah dekat pintu. Ketika masuk rumah dan melangkah ke samping pintu, kemungkinan besar seorang difabel netra bisa terantuk kursi karena biasanya tidak ada kursi di tempat itu. Tapi, jika dikomunikasikan terlebuh dahulu, hal itu tidak akan terjadi.

Kembali ke dapur. Kemajuan tehnologi dapat memudahkan difabel netra membaca bungkus makanan atau membaca apapun yang ingin dibacanya. Bagaimana caranya?

Tunggu artikel selanjutnya.