Cabang Olahraga Angkat Berat NPCI Kota Bandung

0
556

Penulis: Zaenal

Newsdifabel.com — Berat atau tidaknya sebuah beban secara psikologis adalah relatif, namun berat atau tidaknya beban secara materi bisa ditentukan dengan satuan ukuran. Untuk bisa mengangkat beban dalam makna materi, butuh latihan terukur oleh pelatih ahli. Namun untuk bisa memanggul beban psikologis, mungkin hanya butuh menangis atau menyendiri sejenak. Misal, saat sedang putus cinta atau menerima undangan pernikahan mantan.

Tapi sayangnya, artikel ini tidak sedang ingin membandingkan mana yang lebih berat: beban angkat besi atau beban nasib hidupmu.

Kali ini akan berbicara tentang salah satu cabang olahraga yang ada di NPCI Kota Bandung: angkat berat

Otot manusia memiliki kemampuan membesar dan mengecil, tergantung aktivitas yang dilakukan sebagai intervensinya. Biasanya aktivitas olahraga mengangkat beban berat merangsang otot membesar sehingga kemampuan mengangkatnya terus bertambah. Ini banyak terjadi pada atlet angkat berat.

Terutama bagi atlet angkat berat, agar tak mengecil, butuh latihan berkala. Selain proses latihan yang panjang serta bertahap, latihan ankat berat juga membutuhkan penguasaan emosi yang baik. Fokus, tetap tenang, dan sabar dalam berlatih adalah kuncinya. Tanpa penguasaan emosi, seorang atlet bisa mengalami cidera saat berlatih.

Usdi Permana (56) adalah seorang pelatih angkat berat khusus difabel yang memulai karirnya di NPCI Kota Bandung sejak 1999. Dalam membantu NPCI Kota Bandung melatih dan mengembangkan atlet, Usdi mengaku menemui kendala dalam berkomunikasi dan memahami karakter atletnya dengan klasifikasi yang berbeda-beda, namun berkat pengalaman yang cukup panjang dalam mempelajari serta memahami difabel, Usdi bisa memberikan metode dan motivasi dalam mengajarkan teknik angkatan yang cocok untuk difabel.

Angkat berat, yang saat ini telah menjadi cabang olahraga di NPCI Kota Bandung, merupakan cabang olahraga tambahan yang hanya dipertandingkan pada ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) saja. Dari ajang Peparda ini, Usdi berhasil membawa nama NPCI Kota Bandung melambung sebagai juara umum yang diselenggarakan di Kabupaten Bekasi tahun 2014 dan Kabupaten Bogor tahun 2018 lalu.

Selain dukungan penuh dari NPCI Kota Bandung, dalam melatih atletnya, Usdi dibantu dua rekannya yaitu Rodi dan Dedi Tarmedi yang setia menemaninya.

“Bekerja di NPCI Kota Bandung, saya terkesan kekeluargaannya yang pasti dan orangnya saling membantu dalam segala hal, pokoknya saya suka dan totalitas dalam membantu NPCI Kota Bandung.” tutur Usdi.

Pelatih yang banyak menghabiskan waktunya di GOR Pajajaran ini butuh tiga bulan memperkenalkan dan membiasakan atletnya pada cabor angkat berat untuk kemudian melanjutkan ke tahap selanjutnya.

“Harapan saya kepada pemerintah untuk bisa mendukung atlet dan pelatih dalam membantu mendapatkan pekerjaan atau kesejahteraan lainnya.” Usdi memungkasi.