Buku Investasi Pertama yang Dicetak dalam Braille

0
259
Foto: www.kumparan.com

Oleh: Zainal

[Jakarta, Newsdifabel.com] Di mata masyarakat, saham dianggap tabu dan bernilai mahal. Namun, Nicky Hogan mempunyai cara jitu memperkenalkan saham kepada masyarakat luas. Dia menulis sebuah buku bertajuk Yuk Menabung Saham. Melalui bukunya, pembaca dibawa untuk menjelajahi pengertian dan bagaimana memulai menabung saham. Menurut buku ini, saham adalah bukti kepemilikan perusahaan dalam satuan nilai pembukuan pada berbagai instrumen finansial. Buku yang ditulis oleh Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mengajak pembaca untuk mengenal lebih jauh mengenai saham. Istimewanya, buku Yuk Nabung Saham juga diterbitkan dalam versi braille yang dicetak oleh Badan Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) Abiyoso, Kementerian Sosial Republik Indonesia pada 22 Juni 2018. Buku ini memberikan pemahaman menabung saham itu sederhana dan tidak sulit. Anggapan bahwa menabung saham hanya untuk orang kaya dan mahal jadi terpatahkan karena terbukti dengan Rp100.000 saja sudah bisa menjadi investor saham. Terdapat lebih dari 500 perusahaan di Indonesia yang sahamnya bisa dibeli dan dimiliki kapan saja. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi seorang penyandang disabilitas sekalipun untuk membeli saham. Peran lainnya, bisa dijadikan untuk mengatasi laju inflasi yang terus terjadi karena pasar modal adalah potensi terbesar untuk berinvestasi.

Jumat, 22 Juni 2018 menjadi hari peluncuran buku Yuk Nabung Saham versi braille. Acara yang diselenggarakan di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan ini juga menjadi saksi penobatan buku Yuk Nabung Saham sebagai buku investasi pertama yang dicetak menggunakan huruf braille untuk penyandang disabilitas netra oleh Museum Rekor Indonesia (Muri). Acungan jempol juga pantas diberikan kepada BPBI Abiyoso yang biasanya mencetak sebuah buku baru ke dalam huruf braille selama 6 bulan, namun dapat menyelesaikan pencetakan buku Yuk Nabung Saham ini hanya dalam waktu 1 bulan saja.

Buku ini juga dibuat dalam bentuk buku-bicara oleh Komunitas Reader BPBI Abiyoso. Melalui buku-bicara, penyandang disabilitas netra dapat mengetahui isi buku dengan cara mendengarkannya saja.

Muncul pertanyaan dari pengunjung yang hadir dalam acara peluncuran buku Yuk Nabung Saham tentang ide mencetak dalam huruf braille. Widya Kameswara menjawab pertanyaan itu dengan sebuah kisah. Widya adalah salah satu anggota dari Komunitas Reader BPBI yang selalu setia meluangkan waktunya membacakan buku secara sukarela untuk sahabat disabilitas netra. Kisahnya dimulai ketika sang suami, Agung Kameswara memintanya untuk membacakan buku Yuk Nabung Saham, karena dia sangat merekomendasikan buku ini untuk bisa dibaca dan didengarkan oleh penyandang disabilitas netra. Widya pun menerima permintaan suaminya itu, tapi sebelumnya, mereka harus meminta izin kepada penulis buku tersebut. Tidak sulit bagi mereka mendapatkan izin untuk menjadikan buku Yuk Nabung Saham ini kepada Nicky Hogan yang tidak lain adalah teman dari Agung Kameswara. Menurut Nicky Hogan, “Mengapa tidak buku saya juga dibraillekan, jadi semua disabilitas netra di Indonesia bisa membacanya, dan bisa mengetahui tentang saham.” Sejak saat itulah buku Yuk Nabung Saham mulai recording serta dicetak menjadi buku-bicara dan buku braille.

Menurut Widya, “Menjadi seorang Reader untuk disabilitas netra itu adalah suatu hal yang luar biasa, karena mengajarkan arti kepedulian.” Dalam kesibukannya, dia seakan menemukan dunia yang sulit untuk dibayangkan. Bagaimana kita dapat mendengarkan buku, bukan membacanya, sehingga bisa mendapat ilmu dari mendengarkannya.

Saat buku ini mendapatkan rekor Muri, ibu dari 5 orang anak ini mengatakan bahwa, dirinya merasa seperti ditimang-timang oleh Tuhan. Hal yang sama juga dirasakan oleh para reader yang lain, karena merasa bangga dengan apa yang telah mereka kerjakan.

Judul buku Yuk Nabung Saham merupakan bentuk kampanye dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka mengajak masyarakat Indonesia berinvestasi saham yang dimulai sejak tahun 2015. Dengan membaca buku ini diharapkan dapat menghilangkan persepsi masyarakat tentang saham yang mahal, ribet, dan beresiko. Sebenarnya berinvestasi saham itu sederhana, terjangkau, dan bisa untuk semua kalangan. Tidak hanya orang kaya dan terpelajar saja. Supir angkot, pegawai, karyawan swasta, petani bahkan pedagang cendol pun bisa memiliki hak milik pada sebuah perusahaan. Dengan meluncurkan buku investasi Yuk Nabung Saham dalam huruf braille adalah sosialisasi BEI kepada disabilitas netra sehingga mereka bisa turut serta menjadi investor yang sukses dalam dunia pasar modal. Bentuk antusias ini sangat terlihat pada saat awal acara. Banyak disabilitas netra yang hadir langsung mendaftarkan diri untuk membuka rekening efek yang nantinya bisa membeli saham. Menurut Nicky Hogan, “Mulailah dengan yang sederhana, dengan membeli saham, dimana kita mengenal perusahaan yang menjual sahamnya seperti bank dan produk yang tak asing bagi kita,” ujarnya. “Karena seringnya kita gunakan sehari-hari, sehingga kita tidak harus menganalisa, karena kita yakin dengan melihat pertumbuhan produk yang terus berkembang. Dengan begitu, orang bisa memulai berinvestasi, karena tidak semua orang mampu berfikir rrumit. Dengan pola seperti inilah, semua kalangan bisa menjadi seorang investor saham.” imbuhnya. Hogan meneruskan bahwa banyak referensi buku investasi lain yang mungkin baik untuk dibraillekan sehingga wawasan disabilitas netra tentang dunia investasi bisa lebih bertambah. BEI nantinya juga akan mencetak lebih banyak buku Yuk Nabung Saham versi braille ini bersama BPBI Abiyoso guna didistribusikan ke kantor-kantor perwakilan BEI di seluruh Indonesia, sehingga semua disabilitas netra bisa membacanya.

Acara yang banyak memberi edukasi tentang investasi ini menghadirkan sekitar 100 orang disabilitas netra dari Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), mahasiswa Universitas Islam Nusantara (UIN), dan beberapa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A. Mereka berharap acara ini bukan hanya sebuah seremonial saja, tapi akan menjelma menjadi sebuah gabungan yang saling bersinergi antara BPBI Abiyoso, BEI, Komunitas Reader, dan semua disabilitas netra, guna bersama-sama membangun dan menjadikan mimpi masyarakat yang sukses dalam berinvestasi.