Berbagi Teknik Menyetrika untuk Difabel Netra

0
539

Penulis: Non Sista

Newsdifabel.com — Soal penampilan diri seseorang, filosofi jawa pernah mencatat sebuah pepatah, “Ajining dhiri ana ing lathi, ajining raga ana ing busana.” Makna sederhananya kurang-lebih adalah martabat seseorang terletak dalam ucapannya, dan pakaian yang disandang juga menjadi penjaga martabat diri. Melekatnya martabat diri dalam pakaian bisa bermakna kerapian dan keselarasan. Kerapian bisa ditunjang juga dengan menghaluskan pakaian dengan menyetrika. Lalu, bagaimana jika seorang difabel netra hendak menyetrika?

Kali ini, saya akan berbagi pengalaman bagaimana cara menyetrika dan apa saja yang mesti diperhatikan saat difabel netra menyetrika, khususnya untuk pemula.

Pertama, siapkan terlebih dahulu tempat untuk menyetrika, seperti alas untuk pakaian.

Kedua, kenali terlebih dahulu pakaian yang akan disetrika, mulai dari bahannya, ini bertujuan jika bahan pakaiannya tipis, kita bisa mengatur setrika ke suhu rendah. Setelah itu, ketahui juga model pakaian agar dapat memahami polanya. Jika pakaiannya memiliki kancing, lebih baik dipasangkan dahulu kancingnya.

Ketiga, pakaian yang akan disetrika dirapikan dahulu sambil menunggu setrika panas.

Keempat, untuk pemula yang baru belajar menyetrika, sebaiknya belajar bagaimana menggerakan setrikanya terlebih dahulu tanpa dihidupkan untuk membiasakan dan melemaskan tangan dalam menggerakan setrika pada pakaian yang akan disetrika. Usahakan agar ada pendamping untuk mengawasi dan membimbing dalam menggerakkan setrika dengan baik dan benar.

Kelima, posisikan setrika dan pelicin pakaian dengan menetap di tempat yang sama, itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak tersenggol setrika. Dalam meletakkan setrika kita harus ingat tempatnya. Letakkan dalam posisi miring, bukan berdiri, akan lebih baik jika memiliki alas setrika, bisa dengan alat seadaanya yang berbahan tahan panas, atau membeli wadah setrika di toko.

Keenam, gunakan intuisi difabel netra saat menggerakkan setrika, jangan terlalu cepat dan kencang, apalagi bagi pemula yang baru belajar. Rasakan gerakan setrikanya dengan hati-hati, lalu setelah beberapa saat, raba permukaan pakaian untuk merasakan apakah sudah halus atau belum.

Ketujuh, jika kita sedang melipat atau menggantung pakaian yang telah disetrika, rendahkan dahulu suhu setrikanya, agar ketika kita lanjut menggunakannya, suhu tidak terlalu panas.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat, alangkah senangnya saya jika teman-teman difabel netra yang baru belajar menyetrika dapat mengambil manfaat dari artikel ini. Selamat mempraktikkannya. Jangan lupa berdoa sebelum mulai menyetrika.