Belanja di Toko

0
250

Oleh: Dera

[Bandung, 5 Desember 2018] Aksesibel adalah satu diksi yang lebih banyak diucapkan ketimbang dipraktikkan. Dalam ruang publik, aksesibilitas masih sekedar wacana, saking jarangnya, bila kita melihat sebuah kantor atau tempat publik yang aksesibel, kita langsung terharu atau bangga. Eksrpesi itu pertanda bahwa aksesibilitas adalah hal yang masih sangat langka. Padahal, aksesibilitas harusnya adalah kewajiban, sehingga harusnya wajar bila tempat publik itu aksesibel. Namun inilah faktanya, aksesibilitas menjadi barang langka sehingga masih wah. Barang mewah lain selain aksesibilitas adalah perlakuan terhadap difabel.

Ada cerita menarik tentang perlakuan terhadap difabel. Salah satu teman disabilitas netra meminta saya untuk menceritakan kisah dan pengalamannya ketika berbelanja di salah-satu toko olahraga yang cukup terkenal di Kota Bandung. Saat itu dia mendapatkan info jika toko tersebut sedang mengadakan diskon sampai 50% untuk beberapa barang, dan dia pergi bersama dua orang temannya yang juga disabilitas netra.

Mereka pergi dan berjalan kaki, tentunya dengan menggunakan alat bantu tongkat sebagai penunjuk jalan. Sesampainya di toko tersebut, mereka disambut oleh salah-satu penjaga, dan dipersilahkan untuk memasuki toko. Karena yang ingin membeli barang di toko itu hanya salah-satu di antara mereka bertiga, maka salah-satu di antara mereka berbicara pada penjaga toko itu, “Punten teh, minta tolong dibantu karena kami tunanetra.” Jawaban yang ramah terdengar saat penjaga toko itu menyahut, “Mangga, mari saya bantu, kakak mau cari apa?

Keikhlasan dari salah-satu penjaga toko tersebut bisa mereka rasakan bahkan menunggu hingga mereka membayar semua belanjaanya. Pesan yang dapat kita petik dari pengalaman ini adalah, kepedulian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pembeli harus diutamakan bahkan untuk masyarakat disabilitas sekalipun. Walaupun masih banyak pusat perbelanjaan yang kurang ramah dalam membantu masyarakat disabilitas dalam membeli barang yang sedang diperlukan, tapi agaknya salah-satu toko ini dapat kita jadikan contoh bahwa masyarakat disabilitas pun bisa membantu membayar gaji karyawanya bukan?