Bagaimana Blind Mom Mengajarkan Warna pada Anaknya?

0
364

Oleh: Latipah

[Bandung, 17 Oktober 2018] Selama ini mungkin banyak orang
bertanya, bagaimana seorang ibu rumah-tangga tunanetra (blind mom) mengerjakan segala tugasnya? Mulai dari mengurus anak,
memasak untuk keluarga sampai dengan membimbing anaknya belajar semua hal? Mari
kita kupas satu per satu.

Dalam tulisan kali ini, akan diulas satu hal terlebih
dahulu. Ini mungkin dianggap sepele, namun merupakan hal dasar seorang anak
menjalani kesehariannya.

Mengenalkan warna-warna kepada anak oleh seorang blind mom, apakah mungkin? Dengan kreatifitas dan sedikit kemauan, semua yang dianggap sulit atau bahkan tidak dapat dilakukan pasti berhasil. Ini pengalaman saya sendiri, dan saya hanya sekedar berbagi pengalaman. 

Saya Latipah, seorang blind mom.

Saya memiliki seorang putri. Pada saat putri saya berusia satu tahun, saya memutar otak bagaimana caranya memperkenalkan warna kepada putrinya. Akhirnya saya mendapat ide untuk membeli bola kecil warna-warni. Dengan bantuan saudara, saya melabeli bola warna-warni tersebut dengan mika plastik (bahan cover penjilid) yang saya beli di tempat fotokopi. Kenapa harus pakai mika plastik? Kenapa tidak pakai kertas saja? Alasannya, saya akan melabeli bola-bola tersebut dengan huruf braille, jika saya menuliskan huruf braille di atas kertas, khawatir hurufnya akan mudah terhapus. Akan tetapi, jika menulisnya di atas mika plastik, maka huruf braille yang ditulis akan sulit terhapus.

Ok, mari kita lanjutkan proses pelabelan bola-bola tersebut. Setelah memiliki bola warna-warni, mika plastik, gunting, dan double tip sebagai perekat, satu per satu labelilah bola warna-warni tersebut. Pertama, saya pegang satu bola, lalu saya tanyakan apa warna bola yang saya pegang. Setelah mengetahui warna bola tersebut, misal merah, saya menuliskan warna merah menggunakan reglet (alat tulis braille) dan pulpen sebagai alat tulis huruf braille di atas mika plastik. Setelah ditulis, saya lalu menggunting mika plastik itu sesuai dengan panjang dan lebar tulisannya. Untuk mempermudah, bisa juga  menyingkat tulisannya, misal, merah menjadi “mer”, kuning menjadi “kun”, hitam menjadi “hit”, dan seterusnya. Ini dimaksudkan agar label yang saya buat tidak terlalu panjang ukurannya. Setelah digunting, mika plastik dengan label warna tersebut direkatkan ke bola warna-warni sesuai warnanya, merah dilabeli “merah”, kuning dilebel “kuning”, dan seterusnya. Jadilah bola warna-warni media bermain sambil belajar.

Bola warna-warni bisa diganti apa saja, mobil-mobilan kecil,
krayon, atau puzzle bentuk dan warna.
Jika menggunakan puzzle bentuk dan
warna, kita bisa memperkenalkan dua hal sekaligus. Bentuk dan juga warna
tentunya.

Semoga bermanfaat.