Aruna Lontara Bareng Kemendikbud: Disabilitas Punya Peluang Kerja

0
201

Oleh: Ravindra Abdi Prahaswara

[Jakarta, 1 Maret 2019] Aruna Lontara angkatan 138 LPDP menyelenggarakan acara yang terdiri atas rangkaian seminar, coaching clinic, dan mini job & edu fair dengan tema Berdaya Bersama, Bersama Menjadi Cahaya pada Sabtu (23/2) di Gedung A lantai 1, Plaza Insani Berprestasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jend. Sudirman Jakarta Pusat.

Acara yang dikemas inklusif ini dihadiri oleh ratusan difabel, pejabat pemerintah, dosen, pengusaha industri, dan masyarakat umum dari seluruh wilayah Jabodetabek. Dalam sesi seminar hadir sebagai narasumber di antaranya founder Kartunet dan juga seorang peneliti balitbang Kemdikbud Dimas Muharam, pendiri Yayasan Wahana Inklusif Indonesia Dr. Tolhas Damanik, co-founder Kopi Tuli Putri Santoso, Humas Badan Kepegawaian Negara Moh. Ridwan, Direktur Human Capital PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Tri Wasono Sunu, Chief of Party IIEF Mira Sambada, dan perwakilan dari Thisable Enterprise.

Dalam rangkaian acara, seminar dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama membahas tentang perjuangan disabilitas untuk mendapat pekerjaan. Dan sesi kedua membahas tentang peluang disabilitas untuk bekerja. Di kesempatan itu, Dimas Muharam menyampaikan bahwa disabilitas harus berani maju dan percaya diri.

“Yang penting itu kita harus berani maju. Percaya diri itu penting. Bahkan kepedean pun gak papa,” ujar dimas. “Orang kalau sudah pede, bahkan kepedean, itu peluangnya ada dua. Bisa berhasil, bisa gagal. Tapi kalau orang yang minder duluan peluangnya cuma satu yaitu sudah pasti gagal. Karena dia gak akan berani mencoba,” lanjut Dimas.

“Lebih baik bersaing kerja oleh sesama disabilitas atau dengan non disabilitas?” tanya peserta pada Tolhas Damanik. “Bahwa persaingan yang paling sulit ialah bersaing dengan diri sendiri. Bersaing dengan diri sendiri itu lebih sulit karena sumber kegagalan itu adalah rasa takut dalam diri kita sendiri,” jawab Tolhas.

Di sesi seminar kedua, humas BKN Moh. Ridwan menyampaikan bahwa saat ini pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para penyandang disabilitas untuk bisa menjadi abdi negara sebagai ASN.

“Kami sejak tahun 2017 kembali membuka seleksi CPNS yang sebelumnya dimoratorium dan terbuka untuk semua orang, hanya saja belum ada formasi khusus yang lebih spesifik untuk penyandang disabilitas. Dan pada tahun 2018 kami memperbaiki itu, sehingga para penyandang disabilitas kini berkesempatan luas menjadi abdi negara,” ungkap Moh. Ridwan.

“ASN sendiri dibagi dua yaitu PNS dan PPPK dimana untuk mendapatkan informasi lengkap serta pendaftaran bisa dilakukan melalui website https://sscasn.bkn.go.id,” Moh. Ridwan menambahi penjelasannya.

Selain itu, penyandang disabilitas juga berpeluang untuk masuk ke dalam sektor industri. Hal itu disampaikan oleh direktur human capital PT Alfamart Tri Wasono Sunu yang mengatakan bahwa Alfamart tengah bersiap untuk mempekerjakan penyandang disabilitas yang bekerjasama dengan lembaga atau organisasi disabilitas terkait. “Alfamart akan mempekerjakan 1% dari total karyawan kami untuk penyandang disabilitas. Dan kami bekerjasama dengan lembaga dan organisasi disabilitas yang ada,” ujar Tri Wasono. “Saat ini di kantor kami cabang Yogya sudah mempekerjakan 1 orang disabilitas,” pungkasnya.

  • Setelah selesai seminar, penyandang disabilitas diajak untuk mengikuti coaching clinic, dan mini job & edu fair dimana mereka bisa belajar membuat CV dan surat lamaran kerja, simulasi interview kerja, serta menyaksikan pameran beasiswa.