Alquran Braille Camp

0
171

Oleh: Siti Latipah

[Bandung, 19 Mei 2019] Bulan Ramadan 1440 Hijriah telah masuk minggu kedua. Banyak kegiatan-kegiatan bermanfaat yang dapat diikuti untuk mengisi bulan penuh rahmat tersebut. Salah satunya adalah Alquran Braille Camp yang dilaksanakan pada Rabu sampai dengan Minggu (8– 12 Mei) oleh LSM Ummi Maktum Voice (UMV). Bertempat di Gedung Kementerian Sosial Republik Indonesia BBPPKS, Jl. Panorama 1 Kayuambon, Lembang Kabupaten Bandung Barat, 32 orang digabel netra mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari beberapa kota di pulau Jawa, seperti Bandung, Cimahi, Bekasi, Tasikmalaya, Garut, Semarang, dan Jakarta. Peserta terdiri atas 7 perempuan dan 25 laki-laki, rentang usia 17 sampai 40 tahun.

“Acara ini bertujuan agar harapan lahirnya generasi qurani akan terwujud. Jadi, mereka tidak hanya membaca Alqurannya saja, tapi juga mempelajari, memahami, dan sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.” tutur ketua panitia kegiatan Alquran Braille Camp, Yayat Rukhiyat, saat ditemui di tempat pelaksanaan.

Dalam kegiatan yang sarat manfaat tersebut, peserta menerima materi dari narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya. Hadir pula mantan gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Dia memberikan motivasi dan berbagi ilmu kepada para peserta.

Dalam testimoninya, mantan gubernur Jawa Barat itu mengapresiasi pihak LSM UMV dan seluruh jajaran panitia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan Alquran Braille Camp.

“Saya berharap, kegiatan ini membawa semangat baru bagi teman-teman tunanetra untuk terus mengkaji, terus mempelajari, dan terus mengamalkannya, menyebarkannya kepada teman-teman yang lain. Karena meskipun teman-teman tunanetra punya kekurangan, akan tetapi, dalam hal kajian Alquran, insyaallah setara dengan yang lain. Dan juga, karena perbedaan di mata Allah bukan karena seseorang itu normal atau difabel, tapi tingkat ketakwaanlah yang membedakan. Jadi, kita semua sama di hadapan Allah. Hanya ketakwaan yang membedakan.” ucap Aher mengakhiri testimoninya.

Adapun Irma (difabel netra), salah satu peserta Alquran Braille Camp mengatakan, “Luar biasa banget, di sini saya bisa belajar Alquran lebih dari yang kemarin-kemarin. Banyak pengetahuan baru yang didapat,”

“Saya berharap, kegiatan ini berlanjut, ada setiap tahunnya.” lanjut gadis Jogjakarta yang menetap di Solo itu. Demi mengejar ilmu di kota kembang Bandung, Irma dan tiga teman lainnya yang berasal dari Solo rela menempuh perjalanan jauh dengan menggunakan kereta api.

Yanti (difabel netra), mengungkapkan bahwa, dirinya merasa senang dapat menjadi bagian dari kegiatan Alquran Braille Camp tahun ini. Peserta asal Cimahi itu mengatakan, “Saya jadi inget lagi hal-hal yang lupa, yang pernah dipelajari sama guru saya. Terus ada juga ilmu baru yang diperoleh.” Senada dengan Yanti, Euis (difabel netra) pun menuturkan hal yang sama.