Dunia Punya Stevie Wonder, Indonesia Punya Asep Irama

0
547

Penulis: Siti Latipah

Newsdifabel.com — Indonesia pernah lahirkan pedangdut difabel netra bersuara merdu. Asep Irama namanya. Tahun 90-an menjadi masa kejayaan Asep. Pria berkacamata hitam itu berhasil menggoyang belantika musik dangdut Indonesia dengan goyangan minimalisnya.

Lahir di Paris Van Java, 13 Maret 1974 sebagai seorang difabel netra tidak menjadikan Asep lantas berserah, pasrah begitu saja. Dirinya mampu bersaing dengan artis-artis lain di era keemasan musik dangdut di tanah air membuktikan bahwa, Asep memang benar-benar bertalenta. Pada zamannya, Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang berjasa bagi pria bersuara emas itu. Pasalnya, lagu-lagu Asep acap kali ditayangkan di stasiun televisi milik pemerintah tersebut. Tidak hanya di TVRI saja, lantunan tembang dangdut Asep Irama juga merajai ruang dengar para penikmat siaran radio dangdut kala itu.

Karakter vokal yang kuat dan khas serta pesona yang luar biasa telah memincut Sang Raja Dangdut Roma Irama. Pelantun lagu Judi itu begitu terpukau hingga merestui namanya disematkan sebagai nama panggung Asep. Maka jadilah Asep Irama. Itulah secuil kisah dibalik nama Asep Irama. Asep Irama pun mengidolakan Roma Irama. Dibanyak kesempatan pentas, dirinya kerap kali menyenandungkan syair-syair apik Sang Raja Dangdut. Asep juga dijuluki Steevie Wonder-nya Indonesia. Difabel netra dan mampu merangsek hingar-bingar dunia hiburan adalah dua kesamaan yang tidak dapat dipungkiri. Keduanya sama-sama mampu bertahan di tengah gelombang kilau bintang yang menyilaukan.

Jika kaum milenial mengenal Didi Kempot sebagai Godfather of Broken Heart, maka Asep Irama bolehlah kita panggil dirinya dewa patah hati pada zamannya. Coba resapi lirik di bawah ini:

“Tuhan. Tolonglah hambamu dari sengsara, karena cinta. Tunjukkan kemana langkahku ini. Dalam hidup dalam cinta. Kekasih tercinta entah kemana. Kini tinggal ku sendiri. Dia yang paling kucinta, dia yang paling kusayang. Aku mohon, kembalikan padaku, kembalikan padaku. Kalau memang dia telah mati, tunjukkan padaku dimana kuburnya. Kalau memang dia bukan milikku, tunjukkan padaku siapa suaminya. Walaupun sedetik saja, izinkanlah aku untuk membelainya. Aku rela melepaskan nyawaku ini.”

Lirik lagu Asep Irama di atas berjudul Kembalikan Dia. Kata-katanya menggambarkan kehilangan yang amat dalam. Bisa dibayangkan, kehilangan sang pujaan hati tanpa jejak digital yang belum dikenal itu, luar biasa. Saat Whatsapp, Facebook, dan kawan-kawannya belum dilahirkan untuk dapat diandalkan saat rindu menggebu, cinta didera derita. Duh, betapa nestapa. Perih. Ingin rasanya mandi kembang tengah malam. Atau, menanti pucuk di cinta ulam pun tiba.

Back to Kang Asep Irama. Selain Kembalikan Dia yang menjadi hits pada masanya, lagu-lagu Asep Irama yang dapat dinikmati pun berderet-deret jumlahnya.

Aku Dilahirkan Untuk Siapa, Kembalilah Sayang, Aku Di Barat Engkau Di Timur, Hentikan Tangismu, dan masih banyak lagi lagu Kang Asep yang menjadi tranding pada zamannya. Sampai saat ini, alunan lagu-lagu syahdu Asep Irama masih didengarkan jutaan penikmat musik dangdut Indonesia melalui channel Youtube.

Kang Asep, apa kabarmu? Lama tidak terdengar kabar, namun nama dan karyamu masih harum dalam kenangan.